Langsung ke konten utama

Puasa lelaku dalam ke ilmuan jawa

   Puasa pada hakikatnya adalah tidak makan dan tidak minum, namun selain itu juga puasa adalah menahan diri dari hawa nafsu yang membelenggu dalam diri manusia. 

    Puasa sendiri berasal dari bahasa arab yang pengucapan nya adalah syium atau shoim dan shaum. Yang bahasa jawa sendiri adalah siam atau poso. 

   Dalam kebudayaan jawa puasa ini sudah ada sejak zaman kerajaan pada waktu itu sebagai contoh ketika zaman kerajaan majapahit prabu gajah mada juga melakukan puasa untuk mencapai keinginan nya menyatukan nusantara dan mengucapkan sumpah palapa. 

   Sebelum islam masuk pulau jawa puasa ini di jadikan metode untuk mendekatkan diri pada sang hyang widi ataupun juga untuk suatu amalan keilmuan seperti kanuragan, rawa rontek, pancasona dan masih banyak lagi ke ilmuan yang lain nya. 

   Dengan syarat tertentu puasa untuk ke ilmuan ini banyak sekali macam nya di antara nya adalah.:

1. Puasa Mutih

   Yakni puasa yang hanya boleh Memakan nasi putih tanpa perasa yang lain dan minum air putih. Tujuan puasa mutih sendiri adalah membersihkan diri dari hawa nafsu dan juga membangkitkan power energi ilmu kebatinan dalam diri manusia tersebut.

2. Puasa pati Geni

    Yakni puasa yang tidak boleh terkena sinar matahari maupun sinar lampu dan di lakukan di dalam goa ataupun kamar yang tertutup. Tujuan nya adalah untuk membangkitkan power energi kanuragan seperti kebal bacok, kebal peluru, dan punya kekuatan yang luar biasa
Klik disini


3. Puasa weton kelahiran

  Yakni puasa yang dilakukan ketika malam kelahiran atau weton seseorang. Tujuan nya adalah untuk membangkitkan energi sedulur 4 atau saudara ghaib yang ada dan selalu mendampingi kita setiap saat sampai kita meninggalkan dunia.


   Masih Banyak puasa puasa yang lain nya kawan itu tadi adalah sebagian contoh puasa dalam ke ilmuan jawa selain ibadah puasa yang ada menurut ajaran islam yakni puasa ramadhan.. 

So selamat berpuasa tetaplah menahan diri dari segala keinginan yang menuruti hawa nafsu kita.. 


Salam Rahayu... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Punden Mbah batu

punden mbah batu      punden / makam yang terletak di desa bumiaji kota batu jawa timur ini menyimpan banyak cerita mulai dari cerita mistis dan sejarah peradaban kota batu mulai jaman majapahit hingga zaman kolonial belanda. Di dalam Kompleks Makam Mbah Mbatu terdapat tokoh-tokoh yang diyakini warga merupakan penyebar Islam di Kota Batu. Kondisi kompleks makam ini sangat terawat dengan lantai keramik putih bersih di sekeliling area makam. Bangunan makam juga dilengkapi dengan tempat shalat dan mengaji bagi para peziarah. Tiap makam pun sudah dipagari dan dilengkapi dengan kelambu transparan warna putih. Mbah Mbatu sendiri merupakan nama panggilan Pangeran Rojoyo yang merupakan putra Sunan Kadilangu, cucu Sunan Mulyo, dan cicit Sunan Kalijogo. Ia melakukan penyebaran agama Islam dengan cara berkumpul bersama warga untuk membahas dan berdiskusi tentang Islam. Pangeran Rojoyo termasuk penyebar agama Islam yang terkenal, sehingga mendapat julukan Syekh Abul Ghonai...

Makam mbah patok / petilasan mpu supo

Makam mbah patok  Ki Ageng Puspo atau Mbah Pathok. Dikenal sebagai murid Mbah Mbatu atau biasa di sebut pangeran Rojoyo, penyiar Islam di Batu. Setelah meninggalkan kerajaan Mataram, dia begabung mendapingi syiar Isalam Mbah Mbatu. Ki Ageng Puspo sangat patuh kepada Mbah Mbatu. Saat mendatangi makam Ki Ageng Puspo di kawasan Songgoriti Kota Batu. Makam itu cukup bagus dan terawat seperti makam pemuka agama Islam, makam ini trerletak dalam sebuah bangunan. Mbah Pathok dimakamkan di banguanan yang mirip rumah bercat kuning dipandu hijau, kondisinya sangat bersih, terlihat selalu di rawat secara rutin. Ki Ageng Puspo datang kedaerah Batu sekitar abad ke 18. Sebenarnya beliau adalah salah seorang prajurit Mataram kala itu.  sedang dilanda perang melawan belanda, tapi kemuidian, Ki Ageng Puspo menyusul Mbah Mbatu ke daerah Batu. Dia turut membantu penyiaran Islam di Kota Apel tersebut.  Kebanyakan dulu di sisni belum beragama Islam ujar Supardi juru kunci ma...